welcome in tristio blog......

Senin, 12 Maret 2012

PUISI PUTUS CINTA

Akhir Cinta
Tahukah dirimu,,,?
Saat malam mulai larut,
Hatiku terbayang wajahmu menghiasi sang malam
Di tengah temaramnya sinar bulan dan bintang.
Seakan raga takkan pernah terpisah denganmu
Yang terindah, yang terus
Menelusup, merasuk ke relung sukma terdalam di jiwaku,,
Terasa belayan raga dengan sukma
Bersatu dalam singgasana Nya yang terindah.

Ku harap,,,
Cinta ini kan berakhir
Di hatimu dan hatiku
Hati kita berdua.

Gejolak Jiwaku
Hatiku hancur……
Seharusnya orang sepertiku tak perlu diilhamkan cinta
Aku takut mensyukurinya
Karena Tuhan akan menambah rasa cinta ini
Yang sampai saat ini ku tangisi
Ketika ini, takkan pernah ada lagi wanita
Yang mencintaiku dengan tulus
Semua butuh materi,,
Bukan mereka yang salah,
Tapi keadaan yang menetukan semua
Ku takut
Kalau ternyata aku yang salah
Dan pada akihrnya PENGADILAN Maha Adil
Mengadiliku atas kesalahan ini.

Embun Jiwaku
Embun-embun berkisah diantara dedaunan
Lenyapkan segala dahaga jiwa yang meronta
menunggu cahaya pagi yang sematkan nada-nada cinta
dengan biasan sinarnya sang mentari
Ketikaku menanti harap
Rintihan sanubari yang menggetarkan jiwa saat bersamanya
Siapa dirinya ?
Yang telah berani meluluhkan satu rongga dalam dadaku
Dan merusak seluruh aktivitas dalam hidupku,,
Otakku pun tak sanggup menepis khayalan tentangnya
Khayalan kerinduan yang mempesona jiwa tuk hidup bersamanya
Dalam dekapnya,
Selamanya,,
Sebagai embun pelepas dahaga di jiwaku.


Kesendirian
Kini keadaan terasa mencekam,,
Kesepian menggelayuti senja yang merantai malam
Menjadi muram dan semakin kelam.
Aku di sini sendiri,, dalam hingar-bingarnya dunia..
Sendiri dengan keadaan yang sepi
Sorak teriak tawa bocah di padang itu
Sama sekali tak terasa olehku,,,
Ku terus mendayung sepi
Di tengah kelamnya malam
Tanpa bulan dan bintang,
Tiada satupun yang menemani.
Kesendirian yang selalu mengekoriku
Menambah derita hati yang lara,,
Tanpa raga untuk dikasih,
Tanpa hati untuk dicinta.


Kematian Hati
Sang pujangga pernah bercerita
Di gelapnya malam
Di dinginnya pagi
Dan di teriknya siang,,
Tapi aku bukanlah pujangga
Yang mampu bercerita tentang semua,
Aku hanya ingin bercerita tentang hatiku.
Hati yang mengeras dan hampir mati,
Hati yang kasar topangan tuk lukiskan
Indahnya pelangi.
Hati yang kalut tanpa arah,,,.
Kepada_Nya ku ukir seribu tanya di dada..
Sesak,, dan sangat menyesakkan..
Sempat terbesit satu jawaban dalam otak
Yang mulai mengeras,,
Keras bagaikan batu..
“Aku terperangkap dalam kenistaan yang meraja..
Nista yang akan mebawaku ke neraka”.
Tuhan ,,
Tunjukkan satu jalan atas keadaan hati,,,
Hidupkan dia dengan siraman Kemaha Rahman_Mu,,
Dengan embun Kasih_Mu
Tuk segarkan jiwaku
Yang  fana dan hampir mati.


Penantian
Hingar bingarnya dunia
Tapi ku sepi….
Bising,
Penat,
Riuh,
Kelamnya aku di sini sendiri.
Akankah dia kan hadir….?
Bidadariku,
Bintang senjaku,
Dan sang  yang kunantikan.



Penantian
Hingar bingarnya dunia
Tapi ku sepi….
Bising,
Penat,
Riuh,
Kelamnya aku di sini sendiri.
Akankah dia kan hadir….?
Bidadariku,
Bintang senjaku,
Dan sang  yang kunantikan.


Ketika Sedih Itu Kembali
Saat malam menutupi siang,,
Ketika sedih yang hinggap pergi
Sauhpun sudah mulai di tarik,,
Samudra yang mulai ku lalui.

Kutemukan  cintaku untuk berawal,
Aku tak yakin dengan detak itu”
Aku tak tahu apakah rasa itu terbalas
Aku tak ingat kapan ia bermula.

Dan sedihpun kembali,
Saat mentari belum sempat menampakkan sinarnya,,
Aku harus pergi meninggalkan cinta
tuk menguji diri..
Cinta yang belum terjawab,
Cinta yang tak sempat terucap.


Harapan
Ku tak bisa menatap bulan
Walau malam ada untukku.
Ku tak bisa melihat mentari
Yang selalu membiaskan cahanya untukku…!

Inginnya ku gapai bintang,,
Tapi terhalang ketidak mampuanku..
Ku ingin bulan itu punyaku
Dan mentari menjadi milikku.

Ya……!
Mentari yang selalu menyinariku,
Dan bulan yang menerangiku dalam kegelapan.

Semoga Bermanfaat Puisi ini dan Cepat bangkit dari Keterpurukan.....Amien

2 komentar: